<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-15515702</id><updated>2011-04-21T20:08:32.133-07:00</updated><title type='text'>Buah_Hatiku</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://buahhatiku.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15515702/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buahhatiku.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>mutter</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07012113607316734149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/img/84/7051/1024/aku-dan-faizku.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>12</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15515702.post-112469659081106537</id><published>2005-08-22T00:42:00.000-07:00</published><updated>2005-08-22T00:43:10.820-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Hadits Mengenai Keistimewaan Anak Perempuan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Walaupun zaman jahiliyah yang dimana seorang ayah tega mengubur hidup-hidup putrinya sudah lama lewat,tetapi masih saja terdapat masyarakat yang dimana lebih mengunggulkan untuk mempunyai anak laki-laki daripada anak perempuan. Oleh karena itu berikut ini akan dibahas mengenai keistimewaan anak perempuan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Sebuah hadits menerangkan Rasul pernah bersabda, "Barangsiapamemelihara dua anak perempuan, memberi nafkah kepada keduanya dan membaguskan pemeliharaan keduanya sampai keduanya dewasa, maka akan datang di hari kiamat aku dan dia." rasul mengepalkan jari-jari beliau (HR Muslim, Tirmidzi, Ibnu Hibban).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Di dalam riwayat lain, "Barangsiapa memelihara dua anak perempuan maka aku dan dia akan masuk surga seperti dua ini." Beliau berisyarat dengan jari telunjuk dan jari di dekatnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Di dalam riwayat lain, "Barangsiapa memelihara dua anak perempuan atau tiga, dua saudara perempuan atau tiga sampai mereka menikah atau dia mati maka aku bersamanya di surga seperti dua ini," Beliau beirsyarat dengan jari telunjuk dan jari di dekatnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Rasulullah saw. bersabda, "Tiada seorang muslim yang mempunyai dua naak perempuan kemudian dia membaguskan pemeliharaan dan asuhannya kecuali kedua naka itu akan memasukkannya ke surga"(HR Ibnu Majah dan selainnya)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Rasulullah saw. bersabda, "Tiada seoran gmuslim yang memiliki tiga anak perempuan kemudian dia memberi nafkah sampai keduanya menikah atau meninggal duni akecuali keduanya menjadi dinding baginay dari api neraka." Seoran gperempuan bertanya,"Apakah dua anak juga?" Rasul menjawab, "Atau dua anak perempuan." (HR Thabrani)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Nabi saw bersabda, "Barangsiap amemiliki tiga anak perempuan atau tiga saudar aperempuan, dua anak perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia membaguskan perlakukan kepada mereka dan bertakwa kepada Allah tentang perkara mereka, maka baginya adalah surga." (HR Tirmidzi, Abu Dawud).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Dalam riwayat lain, "Maka dia mendidik mereka, berbuat baik kepada mereka dan menikahkan mereka, maka baginya balasan surga."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Rasul bersabda, " Barangsiapa memiliki anak perempuan, dia tidak menguburnya hidup-hidup, tidak menghinakannya dan tidak melebihkan anak laki-laki daripadanya maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga". (HR Abu Dawud, Hakim).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Rasulullah bertutur, "Barangsiapa mempunyai tiga anak perempuan lalu dia mendidik mereka, mengasihi mereka, menanggugn kebutuhan mereka dan menikahkan mereka maka wajiblah surga untuknya"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Ditanyakan, "Wahai Rasulullah! Bagaimana jika dua anak perempuan?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Beliau menjawab, "Meskipun dua anak perempuan."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Sebagian kaum berpendapat kalau saja mereke bertanya "bila hanya satu anak perempuan?", maka Rasul akan menjawab, "Termasuk satu anak perempuan".&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Rasul bersabda, "Barangsiapa memiliki tiga anak perempuan lalu bersabar di dalam kesusahan dan kegembiraan mereka, maka Allah akan memasukkannya ke dalam surga dengan kasih sayang-Nya kepada mereka" Seorang laki-laki bertanya, "Bagaimana jika dua anak, ya rasul?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Rasul menjawab, "dua anak juga." Laki-laki itu bertanya lagi, "Bila satu anak, ya rasul"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Dijawab, "satu anak perempuan juga" (HR Hakim)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Rasululalh saw. ersabda, "barangsiap diuji dengan anak-anak permepuan ini, lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka (anak-anak perempuan itu) menjadi benteng untuknya dari apineraka." (HR Bukhari, Muslim).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;Disarikan dari Buku: Memenuhi Pesan Nabi dalam Mendidik Anak, Pedoman mendidik Anak Secara Islami. Oleh Ahmad Izzudin Al-Bayanuni. Penerbit Bintang Cemerlang&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15515702-112469659081106537?l=buahhatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buahhatiku.blogspot.com/feeds/112469659081106537/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15515702&amp;postID=112469659081106537' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15515702/posts/default/112469659081106537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15515702/posts/default/112469659081106537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buahhatiku.blogspot.com/2005/08/hadits-mengenai-keistimewaan-anak.html' title=''/><author><name>mutter</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07012113607316734149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/img/84/7051/1024/aku-dan-faizku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15515702.post-112429981422373619</id><published>2005-08-17T10:30:00.000-07:00</published><updated>2005-08-17T10:30:14.226-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:180%;" &gt;KE SEKOLAH TANPA REWEL&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Meninggalkan si kecil di "sekolah" atau di tempat penitipan anak, tidaklah mudah. Baik bagi Anda maupun bagi sang anak. Anda ingin si kecil merasa nyaman dan gembira namun kadang anak mengalami kesulitan untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Mungkin cara berikut bisa Anda gunakan agar Anda dan si kecil sama-sama merasa aman dan nyaman, terutama di hari-hari pertama mereka masuk kelompok bermain atau TK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciptakan suasana santai saat mengantar dan menjemput anak&lt;br /&gt;Tenang, beri pelukan dan ciuman yang hangat pada waktu mengantar dan menjemputnya. Hal ini membuat anak merasa nyaman. Hindari suasana buru-buru, anak-anak tidak suka hal ini. Mereka akan tenang bila Anda tenang dan memberikan suasana penuh kasih. Usahakan membuat waktu agak longgar dan tidak mepet untuk persiapan sebelum berangkat. Ingatlah, kesabaran merupakan kunci utama kerja sama yang baik dengan anak Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalin hubungan baik dengan gurunya&lt;br /&gt;Anak-anak terbiasa mengikuti apa yang dikatakan oleh orang tuanya sehingga penting bagi Anda untuk merasa nyaman dan aman dengan gurunya. Saat mengantar, usahakan bertemu dengan gurunya. Hindari meninggalkan anak begitu saja. Tunjukkan kepada anak, Anda mempercayakan dia kepada orang yang dapat Anda percaya sehingga anak akan merasa nyaman dan tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikan foto anak&lt;br /&gt;Kumpulkan beberapa foto si kecil yang sedang bermain bola ataupun dalam gendongan Anda dan berikan kepada gurunya sehingga bila si kecil sedang rewel, sang guru dapat memperlihatkan kepadanya, membicarakan mengenai foto tersebut dengannya sehingga ia akan merasa terhibur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mainan kesayangan&lt;br /&gt;Biarkan anak membawa mainan kesayangannya untuk mengatasi suasana hatinya yang cemas dan gundah saat menghadapi hari-hari pertama sekolah. Bila dia sudah dapat beradaptasi dengan lingkungan barunya, biasanya benda kesayangannya tidak terlalu diperlukan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luangkan waktu&lt;br /&gt;Bermanja-manja dan bermesraan dengan anak sesudah seharian berada di tempat penitipan atau di sekolahnya, akan memberikan ketenangan bagi si anak. Membiasakan melihat buku-buku bergambar yang disukainya, memberi rasa nyaman bagi anak, sama halnya dengan menyanyikan lagu Nina Bobo atau memperdengarkan musik klasik. Dan tentu saja, jangan lupa memberikan pelukan, ciuman, dan belaian sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerjasama dengan guru&lt;br /&gt;Orang tua dan guru merupakan tim kerja yang baik dalam memberikan rasa nyaman dan kebahagiaan bagi anak-anak. Berikan informasi penting kepada guru mengenai kebutuhan-kebutuhan khusus anak Anda ataupun hal-hal yang disukai dan yang biasa dilakukannya. Beritahu guru bagaimana mengatasi si kecil bila sedang rewel. Apakah dia harus dibujuk pelan-pelan, didiamkan agar tangisnya tak semakin keras, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan makan&lt;br /&gt;Jangan lupa memberitahukan guru anak Anda kebiasaan makan si kecil. Terutama jika anak memilki penyakit atau alergi tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila masa peralihan sulit, cobalah tiga tips berikut ini:&lt;br /&gt;* Sentuhan&lt;br /&gt;Kadang, bila anak sedang menangis, mereka memerlukan dekapan Anda. Biarkan kepala mereka bersandar pada bahu Anda, dekap yang erat dan penuh kasih dan ayunkan perlahan-lahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Suara&lt;br /&gt;Pastikan suara Anda pelan, rendah, dan tenang. Anak-anak yang rewel akan bertambah rewel bila mendengar hentakan dan suara yang keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Perhatian&lt;br /&gt;Cepat cari tahu apa yang dibutuhkan anak Anda: digendong, dibelai, atau dicium?&lt;br /&gt;Ingat, Andalah yang lebih tahu apa yang paling dibutuhkan oleh si kecil. Bukan orang lain!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15515702-112429981422373619?l=buahhatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buahhatiku.blogspot.com/feeds/112429981422373619/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15515702&amp;postID=112429981422373619' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15515702/posts/default/112429981422373619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15515702/posts/default/112429981422373619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buahhatiku.blogspot.com/2005/08/ke-sekolah-tanpa-rewel-meninggalkan-si.html' title=''/><author><name>mutter</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07012113607316734149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/img/84/7051/1024/aku-dan-faizku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15515702.post-112429902720521956</id><published>2005-08-17T10:15:00.000-07:00</published><updated>2005-08-17T10:17:07.213-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:180%;" &gt;MENGAJAR EMPATI PADA BALITA? HARUS!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah apa jadinya kita jika tak memiliki rasa empati. Rasa ini sebaiknya ditanamkan sejak dini. Termasuk untuk si balita kita. Ajarkan lewat contoh dan tindakan. Jika ia memukul kakaknya, misalnya, katakan, "Sakit, lo, kalau dipukul. Coba, deh, kalau Mama pegang kamu dengan lembut seperti ini, bagaimana rasanya? Enggak sakit, kan?" Dengan cara ini, secara langsung Anda memberi si kecil pengertian, memukul merupakan sikap yang tidak baik. Mau tahu cara lain mengajarkan empati pada anak balita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kenali Aneka Perasaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mulailah dengan mengatakan, "Adik baik sekali, deh," saat dia mencium jari Anda yang luka. Dia akan belajar dari reaksi Anda bahwa reaksi yang diberinya pada Anda diterima, dirasakan oleh Anda, dan ternyata reaksi tersebut merupakan sesuatu yang berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia juga perlu mengerti dan mengenal perasaan-perasaan negatif, seperti misalnya, "Kakak tahu, gak? Adek sedih, lo, kalau mainannya direbut dengan kasar. Menurut kamu, apa ya yang harus kamu lakukan supaya dia merasa lebih baik?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gambarkan Setiap Minggu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tiap minggu, gambarkan perasaan yang dirasakannya dengan menempelkannya pada tempat yang dapat terlihat dengan mudah olehnya, seperti di kulkas. Anda dapat memberikan warna biru untuk perasaan sedih, merah untuk kejutan, merah muda untuk perasaan senang, dan hitam untuk perasaan marah. Bahas dengan si kecil setiap kali dia merasakan salah satu dari perasaan-perasaan yang Anda tempelkan di kulkas tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Beri Pujian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bila anak berbuat baik kepada kakak, adik, atau temannya, berilah ia pujian. Katakan kepadanya, apa yang dilakukannya adalah benar dan lebih rinci lagi Anda dapat mengatakan: "Aduh, anak Mama baik sekali mau berbagi cokelat dengan adik. Kamu lihat, adik kamu senang sekali. Kamu lihat, kan, senyumnya? Itu artinya dia senang, karena kamu memberi sebagian cokelat kamu ke dia"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bicara Perasaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Minta anak mengungkapkan perasaannya, juga perasaan Anda. Buat dia mengerti bahwa Anda peduli dengan perasaannya dengan mendengarkan apa yang diceritakannya pada Anda. Tatap matanya pada saat dia berbicara dengan Anda dan berikan reaksi pada saat misalnya dia berteriak, "Horee !" dengan memberikan respons,"Aduh, kamu lagi senang, ya "&lt;br /&gt;Atau dapat juga Anda yang mengatakan kepadanya "Hari ini Mama sedih, deh, kamu pukul Mama begitu. Kalau kamu enggak suka pakai baju yang ini, kamu kasih tahu Mama, mau pakai baju yang mana". Dengan demikian dia akan belajar secara langsung bahwa tindakannya berpengaruh terhadap orang lain. Konsep ini dapat diserap langsung olehnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara lain, katakan, "Hari ini Mama sedih, deh, belum terima kabar dari Nenek." atau "Kadang-kadang Mama suka kesal sama Papa, walaupun Mama sayang sama Papa." Dengan demikian dia akan belajar dan mengerti, orang dewasa pun mempunyai perasaan-perasaan, bahwa apa yang dirasakan oleh seseorang adalah wajar di dalam kehidupan, dan lalu belajar cara mengatasinya yang merupakan bagian terpenting dalam proses tumbuh dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perhatikan Kebiasaan Orang Lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ajarkan anak untuk memerhatikan kebaikan yang dilakukan oleh orang lain. Anda dapat mengatakan, "Ingat tidak tadi, waktu kita belanja di supermarket. Itu, lo, ibu yang membantu kita mengambilkan kaleng susu kamu yang terjatuh? Dia baik sekali, ya. Dia membuat marah Mama jadi mereda, lo." Dengan demikian Anda membuat anak mengerti, sikap seseorang sangat berpengaruh secara emosi terhadap orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui buku cerita, Anda pun dapat memberikan pelajaran-pelajaran tersebut. Anda dapat bertanya kepada anak bagaimana perasaan si gadis kecil di dalam buku cerita tersebut pada waktu dia menyadari kucingnya hilang. Atau bisa juga Anda bertanya kepadanya, karakter yang bagaimana yang disukainya dari buku cerita yang Anda berdua baca dan apa alasannya. Pembicaraan ini akan membantu dia untuk belajar mengenai perasaan-perasaan orang lain dan lalu menghubungkannya dengan apa yang dialami olehnya sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ajarkan Isyarat Lisan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Beberapa anak mempunyai hambatan untuk mengerti nada suara yang berbeda-beda. Anak Anda mungkin tidak menyadari bahwa adiknya merengek karena dia tidak senang kakaknya mengganggunya. Ajarkan anak untuk mengerti perasaan orang lain dengan nada suara yang dikeluarkan oleh orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda dapat melakukannya dengan memberikan contoh-contoh suara, bagaimana kalau orang sedang marah, senang, dan sedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ajarkan Isyarat Non-lisan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di tempat bermain anak-anak atau di pusat perbelanjaan, cari tempat yang agak sepi, ajak anak untuk duduk bersama untuk mengamati orang-orang di sekitar. Minta ia menebak perasaan orang yang tengah Anda berdua perhatikan. Misalnya, "Kamu lihat, tidak, anak laki-laki di sebelah sana? Menurut Mama, dia gembira, dia tertawa karena dia senang bermain loncat-loncatan. Kalau anak yang di sebelah sini, kelihatannya dia sedih. Menurut kamu, kenapa, ya, dia sedih?" Dengan demikian Anda memotivasi anak untuk mempelajari perasaan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tata Krama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tata krama yang baik merupakan cara nyata bagi anak untuk memperlihatkan kepeduliannya dan cara menghargai orang lain. Begitu dia sudah dapat berkomunikasi secara lisan, dia akan mulai mengatakan "Tolong" dan "Terima kasih". Jelaskan kepadanya bahwa Anda akan membantunya bila dia bersikap sopan dan bahwa Anda tidak suka bila dia bersikap memerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasakan untuk mengucapkan, "Bisa tolong " dan "Terima kasih" berulang kali agar dia terbiasa dengan kata-kata tersebut dan tahu kapan harus mengucapkannya, baik di rumah maupun di tempat umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jangan Gunakan Amarah untuk Mengendalikan Anak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Walaupun sangat mudah bagi Anda untuk marah pada saat dia membuat adiknya menangis, coba untuk tidak memarahinya. Ajarkan dia dengan memberikan contoh karena hal ini lebih efektif. Jangan langsung katakan, "Mama betul-betul marah sama kamu". Biasanya anak-anak akan diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, daripada marah, lebih baik tenangkan diri Anda lalu katakan kepadanya dengan tegas, "Mama tahu kamu marah, tetapi tidak berarti kamu boleh memukul adik kamu. Kamu menyakitinya dan membuat dia sedih. Sekarang sebaiknya kamu minta maaf sama dia"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berikan Tugas Ringan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Para ahli menyarankan agar anak-anak diajarkan tanggung jawab sejak dini agar mereka terbiasa dengan rasa peduli dan memperhatikan orang lain serta lingkungan sekitarnya.&lt;br /&gt;Anak-anak pra sekolah biasanya senang melakukan tugas-tugas ringan seperti memberi makanan pada binatang peliharaan. Nah, lewat kesukaaanya itu, Anda bisa mengajarkan empati. Terutama bila Anda memberi pujian atas hasil pekerjaan yang dilakukannya dengan baik dengan mengatakan, "Lihat, deh, si Bleki, dia mengibas-ibaskan ekornya. Itu tandanya dia senang karena kamu memberinya makan. Dia betul-betul senang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Beri Contoh Nyata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berbuat baik dan bersikap dermawan merupakan cara yang terbaik untuk mengajarkan empati pada anak Anda. Bawa serta anak pada saat menjenguk tetangga yang sakit atau pada saat mengirim sembako ke rumah yatim piatu. Minta dia untuk membantu pada saat Anda mempersiapkan barang-barang tersebut. Jelaskan kepada dia, betapa banyak orang-orang yang tidak mampu, yang tidak mempunyai orang tua yang memerlukan bantuan orang lain dan bila kita mampu sudah selayaknya membantu mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Anak Lelaki &amp;amp; Perempuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Biasakan dan ajarkan sikap empati baik pada anak laki maupun pada anak perempuan. Tidak berarti hanya anak perempuan saja yang diharapkan untuk dapat bersikap empati.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15515702-112429902720521956?l=buahhatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buahhatiku.blogspot.com/feeds/112429902720521956/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15515702&amp;postID=112429902720521956' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15515702/posts/default/112429902720521956'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15515702/posts/default/112429902720521956'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buahhatiku.blogspot.com/2005/08/mengajar-empati-pada-balita-harus.html' title=''/><author><name>mutter</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07012113607316734149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/img/84/7051/1024/aku-dan-faizku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15515702.post-112429887701345595</id><published>2005-08-17T10:14:00.000-07:00</published><updated>2005-08-17T10:14:37.016-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:180%;" &gt;Saat Gigi Si Kecil Tumbuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayi Anda yang biasanya tenang dan manis, tiba-tiba berubah menjadi rewel, tak tenang, sering menangis, dan sering terbangun di tengah malam. Anda mungkin akan bertanya-tanya, ada apa dengannya? Jawabannya kemungkinan besar karena giginya mulai tumbuh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenali Tanda-Tandanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bulan-bulan awal kehidupannya, bayi mendapatkan kepuasan lewat mulut. Entah lewat makanan, menghisap jari atau dot membuat mereka merasa nyaman. Karena itu rasa sakit di mulut dapat membuat mereka merasa amat terganggu. Bagi seorang bayi, kerasnya gigi yang akan tumbuh melalui gusi menimbulkan rasa kurang nyaman, bahkan kesakitan. Tumbuhnya gigi pertama, gigi geraham atau beberapa gigi tumbuh bersamaan biasanya menjadi saat-saat yang amat tidak nyaman bagi bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa gigi si kecil mulai tumbuh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Gusi membengkak dan bagian atas gigi yang akan tumbuh terlihat pada gusi.&lt;br /&gt;   * Bayi mengeluarkan air liur lebih banyak hingga kadang menimbulkan bercak-bercak merah pada wajah.&lt;br /&gt;   * Bayi menjadi rewel, mudah menangis dan sulit ditenangkan.&lt;br /&gt;   * Sering terbangun di tengah malam dan menangis.&lt;br /&gt;   * Menggigit segala benda yang dipegang atau yang ada di mulutnya.&lt;br /&gt;   * Mengalami diare ringan.&lt;br /&gt;   * Demam ringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah tentu, Anda tak boleh diam saja melihat si kecil menderita karena giginya yang mulai tumbuh. Maka, cobalah beberapa cara berikut agar membuatnya lebih nyaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tekanan ringan pada gusi dapat mengurangi rasa sakit, karena itu cobalah memijat lembut gusi si kecil dengan tangan yang sudah dicuci bersih.&lt;br /&gt;* Sediakan sesuatu yang dingin untuk digigit. Kain bersih dan teething ring yang dimasukkan dalam kulkas atau jus dan buah yang dibekukan bisa menjadi pilihan. Yang penting Anda harus memastikan bahwa semua benda yang digigitnya bersih dan aman.&lt;br /&gt;* Teething gel dapat membantu namun sebaiknya menjadi pilihan terakhir karena dapat menimbulkan rasa kebal di mulut yang tak disukai bayi dan mungkin menimbulkan reaksi alergi.&lt;br /&gt;   * Bila gangguannya terlalu parah, Anda bisa meminta dokter memberikan penghilang rasa sakit yang aman bagi bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merawat Gigi Si Kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Mulailah menyikat atau membersihkan gigi bayi begitu tumbuh. Bungkus tangan Anda dengan kain kasa steril, lalu gosok lembut gigi-giginya.&lt;br /&gt;   * Gosok giginya dua kali sehari, terutama sebelum tidur.&lt;br /&gt;* Biasanya bayi menelan pasta gigi yang dipakai, karena itu gunakan pasta gigi bayi dengan kadar fluoride rendah hingga mereka bisa meludah dengan baik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15515702-112429887701345595?l=buahhatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buahhatiku.blogspot.com/feeds/112429887701345595/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15515702&amp;postID=112429887701345595' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15515702/posts/default/112429887701345595'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15515702/posts/default/112429887701345595'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buahhatiku.blogspot.com/2005/08/saat-gigi-si-kecil-tumbuh-bayi-anda.html' title=''/><author><name>mutter</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07012113607316734149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/img/84/7051/1024/aku-dan-faizku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15515702.post-112429869613229391</id><published>2005-08-17T10:11:00.000-07:00</published><updated>2005-08-17T10:12:35.306-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:180%;" &gt;Wah... Dia Mulai Pandai!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih ingat tes Apgar bayi Anda? Mungkin, bila nilai tes tidak begitu sempurna sempat terbersit rasa ciut di hati. Akan tetapi, tengok perkembangannya sekarang. Wah, dia mulai pintar dan membuat kita bangga setiap saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu terjadi karena bayi mengalami perkembangan dengan pesat. Tengok saja sejak bagaimana ia mulai mampu membuka mata, merespon sekitar, meregangkan tangan,terseyum, tertawa dan… masih banyak lagi. Situasi ketika seorang bayi berkembang dan mulai dapat melakukan hal-hal yang semakin kompleks itulah yang disebut sebagai child development. Banyak milestone yang dapat ditinjau untuk melihat perkembangan kemampuan motorik bayi. Tentu saja mesti dibedakan pengertian berkembang dan tumbuh. Seorang anak disebut tumbuh manakala secara ukuran ia menjadi semakin besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, mari kita tengok beberapa gambaran milestone atau tonggak perkembangan normal buah hati kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Motorik kasar: ia mulai pandai menggunakan otot-ototnya untuk duduk, berdiri, berjalan, berlari, menjaga keseimbangan, dan bergerak runtut mengubah posisinya.&lt;br /&gt;* Motorik halus: ia mulai mudah menggunakan tangan untuk menyuap makanan sendiri, menggambar, berpakaian, bermain, menulis, dan melakukan hal sejenis lainnya.&lt;br /&gt;* Kemampuan bahasa: ia mulai mencoba bercakap-cakap, menggunakan bahasa tubuh, berkomunikasi dan mencoba memahami apa yang dikatakan orang lain kepadanya.&lt;br /&gt;* Kemampuan kognitif: adalah kemampuan yang berhubungan dengan pembelajaran, berpikir, pemahaman, pemecahan masalah, membuat alasan dan mengingat sesuatu.&lt;br /&gt;* Kemampuan sosial: ia mulai sanggup berinteraksi dengan orang lain, membangun relasi dengan anggota keluarga, teman, mencoba koperatif, merespon orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Matematis?&lt;br /&gt;Jangan terkecoh dengan angka. Misalnya, milestone menunjukkan bahwa bayi mulai merangkak pada usia enam bulan. Nah, ketika bayi kita masih saja terguling ketika berupaya merangkak, bukan berarti ia "telat". Bagaimanapun, setiap tahap perkembangan anak bisa saja berbeda-beda meski ada patokan usia perkembangan. Bisa jadi si kecil kita justru tak melalui tahap merangkak, melainkan langsung berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, anda tetap harus waspada, jangan terlena. Misalnya ia sudah kebangetan telat, ada baiknya mencurigai ada hal ganjil dalam perkembangannya. Coba tengok buku perkembangannya. Punya Kartu Menuju Sehat kan? Perhatikan perkembangan motoriknya, normal dalam rentang jadwal semestinya atau sudah sangat terlambat? Kalau curiga, ayo cepat kunjungi dokter Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut beberapa milestone yang dapat dijadikan panduan sederhana:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia 7–8 bulan: ia mulai merangkak sampai coba-coba berdiri. Biasanya setelah pandai merangkak, ia akan mencari tumpuan untuk membantu menopang tubuhnya agar dapat berdiri tegak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia 9–10 bulan: terus mencoba merambat dan "berjalan" Ia sudah mencoba melepaskan tumpuan berdirinya. Ia akan merambat untuk kemudian tertatih-tatih berjalan. Jatuh bangun soal biasa, tinggal Anda menjaga dan memberinya support. Jangan marah kalau ia masih break dengan merangkak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia 11–12 bulan: ups… akulah si pejalan kaki. Ia mulai kerap unjuk diri dalam berjalan. Ia terus mencobanya hingga yakin tak jatuh lagi. Tapi… ia masih limbung juga? Jangan khawatir. Segera ia akan berjalan tegak begitu mahir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waspada Bila...&lt;br /&gt;Berikut saran para ahli yang patut diperhatikan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  * Waspada bila bayi terlalu lemah. Ia hanya berbaring dan tak sanggup mengangkat kepalanya ketika digendong.&lt;br /&gt;* Waspada bila geraknya kurang aktif. Misalnya kelihatan tak ada upaya untuk berguling atau tengkurap pada usia sembilan bulan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15515702-112429869613229391?l=buahhatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buahhatiku.blogspot.com/feeds/112429869613229391/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15515702&amp;postID=112429869613229391' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15515702/posts/default/112429869613229391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15515702/posts/default/112429869613229391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buahhatiku.blogspot.com/2005/08/wah.html' title=''/><author><name>mutter</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07012113607316734149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/img/84/7051/1024/aku-dan-faizku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15515702.post-112429863336518714</id><published>2005-08-17T10:10:00.000-07:00</published><updated>2005-08-17T10:10:33.366-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:180%;" &gt;Amati Gerakan Si Kecil!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemampuan motorik adalah ketrampilan yang diperlukan bayi agar dapat memfungsikan otot-otot tubuhnya dengan benar. Selain kemampuan mengendalikan otot tubuh, perkembangan motorik juga ditentukan oleh fungsi yang tepat dari otak, tulang sendi dan sistem syaraf bayi. Kemampuan motorik sendiri terbagi menjadi dua, kemampuan motorik kasar (penggunaan otot besar) dan motorik halus (penggunaan otot halus). Kali ini kita akan membahas lebih mendalam tentang perkembangan motorik kasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang tua, Anda dapat membantu perkembangan anak Anda. Namun perlu juga diingat bahwa perkembangan setiap anak tidak sama cepatnya, jadi jangan terlalu terpaku dengan suatu standar waktu tertentu, biarkan bayi Anda menentukan kecepatan perkembangannya sendiri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia 0-3 bulan&lt;br /&gt;Mulailah meletakkan anak dalam posisi tengkurap, untuk melatih perkembangan dan kekuatan otot leher dan punggung yang diperlukan untuk mengangkat kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia 3-6 bulan&lt;br /&gt;Pada usia ini anak mulai tertarik memperhatikan lingkungannya, pada saat berada dalam posisi tengkurap, ia akan berusaha mengangkat kepala dan dadanya. Selain itu ia mulai dapat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * berubah posisi dari terlentang menjadi tengkurap, dan sebaliknya.&lt;br /&gt;   * Pada usia 6 bulan sudah bisa didudukkan dengan diberi penyangga di atas permukaan lunak.&lt;br /&gt;   * Mulai menggapai suatu benda yang dilihatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia 6 - 9 bulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Menjejakkan kaki dan menaikturunkan badan bila dipegang dalam keadaan berdiri.&lt;br /&gt;   * Mulai merayap atau merangkak untuk mengambil benda yang berada di luar jangkauannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia 9 - 12 bulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Dapat merangkak dengan baik.&lt;br /&gt;   * Mulai dapat melangkah dengan bantuan atau bahkan bsa berjalan sendiri.&lt;br /&gt;   * Pada saat sedang berjalan/dituntun, kadang-kadang anak berhenti untuk mencoba mengambil mainan dilantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, agar perkembangan motorik kasar si kecil berjalan dengan baik, ia membutuhkan asupan gizi yang cukup. Mulai usia 6 bulan, bayi Anda siap untuk mengenal beragam rasa makanan. Pertama kali, Anda bisa memberinya pisang ambon matang yang telah dilembutkan. Kemudian Anda juga bisa mulai mengenalkannya dengan bubur susu. Selain bisa membuat sendiri, bila tak punya banyak waktu, Anda bisa menyajikan Nestlé Bubur Susu. Mulai dari rasa asli hingga aneka rasa buah, bisa Anda coba berikan untuk si kecil. Dijamin, si kecil pasti menyukai rasanya. Selain itu, gizi lengkap dalam Nestlé Bubur Susu membantu si kecil bertenaga untuk mengembangkan ketrampilan motorik kasarnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15515702-112429863336518714?l=buahhatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buahhatiku.blogspot.com/feeds/112429863336518714/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15515702&amp;postID=112429863336518714' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15515702/posts/default/112429863336518714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15515702/posts/default/112429863336518714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buahhatiku.blogspot.com/2005/08/amati-gerakan-si-kecil-kemampuan.html' title=''/><author><name>mutter</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07012113607316734149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/img/84/7051/1024/aku-dan-faizku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15515702.post-112429855428792073</id><published>2005-08-17T10:08:00.000-07:00</published><updated>2005-08-17T10:09:14.290-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:180%;" &gt;Cara Aman Menggendong Si Kecil&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi ibu atau ayah baru, menggendong si kecil bisa jadi problem tersendiri. Banyak di antara kita yang takut si kecil jatuh! Nah, pelajari segera caranya di sini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar orang menganggap bayi kecil adalah makhluk lemah dan ringkih. Maka, tak heran banyak ibu atau ayah baru amat takut ketika harus mengangkat bayinya. Takut jatuh! Padahal, bila dilakukan dengan hati-hati dan penuh keyakinan; mengangkat, menggendong dan mendekap si kecil justru menjadi sarana mendekatkan hubungan batin antara Anda dan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah penelitian juga telah membuktikan kontak fisik antara ibu dan bayi, antara lain dengan memeluk dan menggendong, membuat perkembangan emosi dan kecerdasan si kecil pun menjadi optimal. Anak yang mendapatkan sentuhan, belaian, pelukan kasih sayang akan merasakan kebahagiaan. Si kecil pun merasa aman dan nyaman, dan selanjutnya membuat ia tumbuh penuh percaya diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau begitu, bagaimanakah cara aman menggendong si kecil? Berikut, beberapa langkah yang harus Anda simak:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Bila ingin mengangkat si kecil, sisipkan satu tangan Anda di antara bokong dan pinggulnya. Letakkan tangan Anda yang lain di antara kepala dan lehernya. Yakinkan Anda telah cukup kuat dan erat memegangnya. Angkatlah si kecil.&lt;br /&gt;* Dekatkan si kecil ke tubuh Anda. Letakkan kepalanya pada lipatan siku Anda. Sedangkan tangan yang lain tetap menahannya pada bagian bokong bayi. Ketika menggendong si kecil, pastikan Anda tetap merasa nyaman dan santai. Untuk menambah kenyamanan si kecil, Anda bisa menyelipkan lebih dulu bantal gendong kecil di siku Anda. Bantal gendong semacam ini, bisa Anda dapatkan dengan mudah di toko perlengkapan bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana cara meletakkan si kecil kembali?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Tahan bagian leher dan kepala dengan telapak tangan. Sementara, tangan yang lain menahan bokong si kecil. Kemudian, letakkan perlahan-lahan bagian bokong si kecil lebih dahulu di tempat tidur. Dan, tangan yang lain tetap menahan leher dan kepalanya.&lt;br /&gt;* Kemudian lepaskan tangan Anda yang menahan bokong bayi dan gunakan untuk menahan bagian ujung kepalanya. Sambil meletakkan kepala si kecil hati-hati, di tempat tidur, tariklah perlahan-lahan tangan Anda yang semula menahan leher dan kepalanya. Sementara, tangan lainnya memegang bagian ujung kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Anda tahu caranya, jangan lagi khawatir untuk menggendong si kecil. Ingatlah, si buah hati sangat mendamba ungkapan cinta dan kasih Anda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15515702-112429855428792073?l=buahhatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buahhatiku.blogspot.com/feeds/112429855428792073/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15515702&amp;postID=112429855428792073' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15515702/posts/default/112429855428792073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15515702/posts/default/112429855428792073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buahhatiku.blogspot.com/2005/08/cara-aman-menggendong-si-kecil-bagi.html' title=''/><author><name>mutter</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07012113607316734149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/img/84/7051/1024/aku-dan-faizku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15515702.post-112429840864720806</id><published>2005-08-17T10:06:00.000-07:00</published><updated>2005-08-17T10:08:12.340-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:180%;" &gt;Bukan Hanya Nina Bobok&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;..Oh, nina bobok kalau tidak bobok digigit nyamuk..! itulah sepenggal lirik lagu pengantar tidur. Padahal, ada banyak lagu lain yang juga bisa membantu si kecil tertidur lelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilihan Musik bagi Buah Hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu “Nina bobok” itu mungkin juga pernah disenandungkan ibunda ketika Anda masih kecil dulu. Kini, bila Anda punya masalah si kecil susah tidur, Anda pun bisa mencoba menyenandungkan lagi lagu bertempo lambat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak pilihan lagu yang bisa Anda putarkan, mulai dari musik klasik, atau lagu-lagu slow tahun 60-an dan 70-an. Menurut penelitian, musik klasik dapat menenangkan bayi yang baru lahir, karena musik klasik memiliki 60 ketukan per menit yang sesuai dengan irama detak jantung ibu. Namun, Anda juga bisa mencoba memutar musik lain, yang penting berirama lembut menghanyutkan. Seperti yang pernah dicoba Sita, ibu dua anak. “Dulu, ketika anak masih bayi, saya membuai anak sambil memutar lagu Neil Armstrong, What a Wonderful World yang berirama lembut itu. Ternyata, si kecil jadi cepat tertidur.” Anda pun bisa meniru langkah ini. Temukanlah lagu favorit Anda yang berirama lembut, bertempo pelan. Bahkan, lagu-lagu masa kini karya musisi lokal juga banyak yang bisa dicoba untuk jadi musik pengantar tidur. Misalnya saja, “Menghitung hari”-nya Krisdayanti, “Sabda Alam” Chrisye atau “Negeri Di Awan”-nya Katon Bagaskara. Lalu putar perlahan sambil menggendong atau memeluk si kecil. Jangan lupa, upayakan pula suasana kamar tidur yang tenang, dan padamkanlah lampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Musik Penting?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah penelitian terhadap bayi baru lahir, sebagaimana diungkap dalam verybestbaby.com, musik lembut yang diperdengarkan dapat menormalkan detak jantung, meningkatkan kadar oksigen dalam darah dan mengurangi stress.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebegitu pentingkah musik dalam kehidupan bayi mungil kita? Berikut beberapa jabaran peran musik:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; * Membantu perkembangan otak.&lt;br /&gt; * Membantu mengembangkan kemampuan berbahasa.&lt;br /&gt; * Menyiapkan kemampuan perangkat mental dalam memecahkan masalah.&lt;br /&gt; * Meningkatkan kemampuan kognitif dan kepandaian bertingkah laku.&lt;br /&gt; * Meningkatkan kepercayaan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah pula dilakukan penelitian mengenai peran musik klasik, dikenal dengan Mozart effect, terhadap bayi sejak dalam kandungan hingga lahir. Umumnya mereka tumbuh lebih cerdas. Dengan musik, otak anak diajak melakukan pengenalan dini atas gerakan dan perasaan senang. Dengan demikian mereka menjadi lebih kreatif dan terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Tidur Sayang!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo kita pasang musik pengantar tidur bagi si buah hati. Boleh pilih beberapa yang disebut di atas, atau mau tetap strict dengan Mozart. Silakan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan beberapa hal berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; * Putarkan musik lembut dan membuai di ruang tidurnya. Ia baru beralih dari rahim, perlu ketenangan.&lt;br /&gt; * Upayakan musik tak berhenti. Tak masalah Anda mengganti-ganti lagunya.&lt;br /&gt; * Perhatikan reaksinya. Bila ia tak nyaman, coba musik lain!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat tidur sayang…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15515702-112429840864720806?l=buahhatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buahhatiku.blogspot.com/feeds/112429840864720806/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15515702&amp;postID=112429840864720806' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15515702/posts/default/112429840864720806'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15515702/posts/default/112429840864720806'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buahhatiku.blogspot.com/2005/08/bukan-hanya-nina-bobok.html' title=''/><author><name>mutter</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07012113607316734149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/img/84/7051/1024/aku-dan-faizku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15515702.post-112429830058229190</id><published>2005-08-17T10:04:00.000-07:00</published><updated>2005-08-17T10:05:00.583-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:180%;" &gt;Bila Si Kecil Rewel&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rewel dan menangis bagi si kecil adalah salah satu cara berkomunikasi dengan Anda. Bisa jadi karena si kecil merasa dirinya kurang nyaman. Mari, kita cari tahu arti rewel si kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayi yang baru lahir memang kerap menangis, karena itulah satu-satunya cara dia berkomunikasi dengan orang lain. Kita, sebagai orang tua justru harus merasa bahagia mendengar bayi menangis dengan keras dan kuat. Ini salah satu pertanda, bayi itu aktif dan sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beranjak besar, menangis atau rewel pada bayi bisa jadi pertanda dirinya merasa kurang nyaman. Anda pun harus teliti mengamatinya. Berikut ini beberapa hal yang paling sering menyebabkan bayi menangis atau jadi rewel:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Pertanda lapar&lt;br /&gt;Biasanya, bayi yang lapar akan menjerit keras, dan ketika diberi susu akan minum dengan rakusnya. Sebenarnya, yang diinginkan si bayi hanyalah ketenangan agar bisa tertidur. Jika bayi Anda tidur dengan perut kenyang, Anda pun bisa beristirahat. Bayi juga bisa menangis karena haus. Maka, perhatikanlah jam pemberian makan atau susu bayi.&lt;br /&gt;  2. Pertanda popoknya basah&lt;br /&gt;Popok yang basah pun bisa membuat bayi menangis. Gantilah segera popok basah itu dengan yang kering dan bersih. Selain itu periksa pula, mungkin si kecil mengalami ruam popok, hingga merasa kurang nyaman.&lt;br /&gt;  3. Pertanda tidurnya tak nyenyak&lt;br /&gt;Bayi-bayi kecil umumnya perlu banyak tidur pada bulan-bulan pertama. Dan jika ia mendadak terbangun, biasanya mereka menjadi rewel dan tidak tenang. Cobalah gendong si kecil, ayun dengan lembut, supaya si kecil tidur kembali.&lt;br /&gt;  4. Pertanda perutnya kurang nyaman&lt;br /&gt;Setelah selesai menyusu, sebaiknya bayi digendong tegak agar udara yang tertelan dapat keluar kembali. Terlalu banyak udara yang tertelan dapat membuat si kecil tidak nyaman hingga sulit untuk tidur. Maka atasi kondisi ini dengan menggendong bayi di pundak sambil mengelus punggungnya agar ia bertahak. Atau bisa juga tidurkan si kecil dalam posisi tengkurap sehingga udara yang tertelan bisa keluar tanpa membuatnya tersedak.&lt;br /&gt;  5. Pertanda bosan&lt;br /&gt;Bayi juga bisa bosan bila harus tidur terus melebihi jamnya. Akibatnya akan menangis, rewel. Bila setelah makan atau minum susu, si kecil tak tampak mengantuk, jangan ditidurkan. Ajak si kecil bermain, letakkan di dalam box bayi atau kereta, beri mainan kesayangannya. Bisa juga putarkan lagu lembut untuk membuatnya tenang. Atau bawa si kecil jalan-jalan seputar rumah, agar ia bisa mengenali lingkungan sekitarnya.&lt;br /&gt;  6. Pertanda ia sakit&lt;br /&gt;Bila si bayi tetap rewel, menangis, sementara empat tanda di atas telah Anda amati dan tak ada gangguan, bisa jadi ia sakit. Kalau begitu Anda sebaiknya segera pergi ke dokter untuk memeriksakan keadaan si kecil.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15515702-112429830058229190?l=buahhatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buahhatiku.blogspot.com/feeds/112429830058229190/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15515702&amp;postID=112429830058229190' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15515702/posts/default/112429830058229190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15515702/posts/default/112429830058229190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buahhatiku.blogspot.com/2005/08/bila-si-kecil-rewel-rewel-dan-menangis.html' title=''/><author><name>mutter</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07012113607316734149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/img/84/7051/1024/aku-dan-faizku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15515702.post-112429749293284722</id><published>2005-08-17T09:51:00.000-07:00</published><updated>2005-08-17T09:51:32.933-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:180%;" &gt;Yuk, Jaga Adik!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran anggota keluarga baru memang membawa kebahagiaan tersendiri bagi kedua orangtuanya. Namun, bagi anak sulung, terlebih usia balita, yang juga masih sangat membutuhkan perhatian kedua orangtuanya, kehadiran adik baru bisa membuatnya iri hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan Biarkan si Kakak Cemburu&lt;br /&gt;Si balita yang selama ini mendapat curahan perhatian penuh dari papa mamanya, tiba-tiba merasa kurang diperhatikan karena seluruh perhatian tersedot pada si adik baru. Si balita pun merasa posisinya “terancam”. Hal ini memang terjadi begitu saja, di luar kesadaran kita, sebagai orangtua. Padahal, menurut kita, orangtua, si anak sulung tetap dapat perhatian dan kasih sayang yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, bila Anda berencana untuk memberi adik baru, tak ada salahnya libatkan putra atau putri Anda sejak dini. Bahkan bila perlu ketika Anda pertama kali memeriksakan kandungan. Seperti yang pernah dilakukan Ria, 38 tahun. "Ketika hamil anak kedua, Nina, putri pertama saya masih berusia 2,5 tahun. Ia masih sangat butuh perhatian ekstra dari saya. Maka, agar Nina sayang dan tak iri pada kehadiran adiknya, saya mengajaknya ketika memeriksakan kehamilan. Saya menjelaskan di dalam perut mama ada adik untuk jadi teman Nina, nantinya. Wah, dia pun senang dan antusias sekali," demikian tutur Ria panjang lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi sih yang bisa Anda lakukan untuk melibatkan si "kakak kecil" ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ajak si kakak untuk menyentuh lembut adik barunya ketika ia pertama kali melihatnya. Jelaskan padanya, si adik butuh perlindungan dari orang-orang di sekitarnya; mama-papa, termasuk juga si kakak. Maka, katakan pada si kakak, perlakukanlah adik dengan lembut karena masih sangat kecil.&lt;br /&gt;2. Ketika sudah di rumah, sesekali Anda bisa "minta tolong" pada si kakak untuk mengambilkan popok atau bedak si kecil. Si kakak pun merasa Anda tetap membutuhkan kehadirannya, bukan cuma memperhatikan adik kecil belaka.&lt;br /&gt;3. Saat adik kecil sudah mulai mengenal makanan padat, Anda pun bisa mengajak si kakak menyiapkan makanannya. Si kakak pasti antusias jika diajak melumatkan biskuit sang adik, mengaduk bubur atau mengambilkan mangkuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, Anda harus tetap memberi perhatian ekstra pada si "kakak kecil" di tengah kerepotan dengan si bayi baru. Si kakak tetap membutuhkan pelukan, senyuman dan teguran Anda yang hangat. Cobalah untuk tetap bersikap adil. Setuju?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15515702-112429749293284722?l=buahhatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buahhatiku.blogspot.com/feeds/112429749293284722/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15515702&amp;postID=112429749293284722' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15515702/posts/default/112429749293284722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15515702/posts/default/112429749293284722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buahhatiku.blogspot.com/2005/08/yuk-jaga-adik-kehadiran-anggota.html' title=''/><author><name>mutter</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07012113607316734149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/img/84/7051/1024/aku-dan-faizku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15515702.post-112429728031318530</id><published>2005-08-17T09:46:00.000-07:00</published><updated>2005-08-17T09:48:00.316-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;font-size:180%;" &gt;Sarapan Pagi Praktis Bergizi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yayan Suheryan, SKM (praktisi gizi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali kita mengabaikan sarapan pagi karena kurangnya waktu, takut gemuk, atau bosan dengan menu sarapan yang itu-itu saja. Padahal, sarapan bukan sekedar pengganjal perut, tapi juga memberikan energi agar kita bisa beraktivitas dengan optimal, otak bekerja lebih optimal, dan tidak cepat mengantuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas pada pagi hingga siang hari adalah aktivitas paling padat dalam satu hari. Seperti halnya mobil memerlukan bensin untuk berjalan, tubuh pun memerlukan energi untuk beraktivitas. Sedangkan kadar gula darah pada pagi hari paling rendah. Jika kita tidak sarapan, maka kita tak akan memperoleh cukup energi untuk beraktivitas, serta biasanya akan merasa lemas dan lesu sebelum tengah hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Yayan Suheryan, sarapan pagi sebaiknya menjadi pemasok kebutuhan kalori tubuh 1/3 dari total kebutuhan setiap hari. Ini berarti makanan yang dikonsumsi selama sarapan bukan hanya mengenyangkan, tetapi juga bergizi lengkap dan seimbang. Oleh karena itu, dalam sarapan harus ada karbohidrat sebagai zat tenaga, protein atau zat pembangun, serta vitamin dan mineral sebagai zat pengatur. Pada makanan alami vitamin dan mineral diperoleh dari sayur dan buah-buahan. Tapi anak-anak biasanya enggan makan sayur dan buah-buahan pada pagi hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarapan Bergizi tapi Praktis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menyiasati kebosanan atau keengganan sarapan, kita harus kreatif dalam menyajikan sarapan bergizi tapi praktis. Makanan-makanan cepat saji yang banyak dijual di luaran dalam kemasan biasanya sudah dibuat sedemikian rupa, sehingga sudah mencakup zat tenaga, zat pembangun, vitamin dan mineral. Justru kalau kita membuatnya sendiri, misalnya roti dengan mentega dan selai, ada kalanya kita tidak tahu apakah sarapan yang kita siapkan sudah mengandung zat-zat gizi yang dibutuhkan tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sereal dapat menjadi alternatif sarapan yang baik, karena selain sudah mengandung karbohidrat juga sudah ditambahkan dengan berbagai zat gizi, vitamin, dan mineral. Selain itu juga dapat divariasikan untuk menghindari kebosanan dan keengganan sarapan. Seperti resep-resep yang terdapat pada kemasan Nestle Cornflakes, Honey Gold, dll. Bisa disiapkan malam sebelumnya dalam lemari es, sehingga kalau tak ada waktu keesokan paginya bisa dibawa sebagai bekal dalam perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalilah hari-hari Anda sekeluarga mulai sekarang dengan sarapan yang baik. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang sarapan memiliki performa, daya konsentrasi, dan nilai absen lebih baik di sekolah, perilaku lebih positif, ceria, kooperatif, dan gampang berteman.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15515702-112429728031318530?l=buahhatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buahhatiku.blogspot.com/feeds/112429728031318530/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15515702&amp;postID=112429728031318530' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15515702/posts/default/112429728031318530'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15515702/posts/default/112429728031318530'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buahhatiku.blogspot.com/2005/08/sarapan-pagi-praktis-bergizi-yayan.html' title=''/><author><name>mutter</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07012113607316734149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/img/84/7051/1024/aku-dan-faizku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-15515702.post-112429537722328250</id><published>2005-08-17T09:16:00.000-07:00</published><updated>2005-08-17T09:16:17.223-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>haiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/15515702-112429537722328250?l=buahhatiku.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buahhatiku.blogspot.com/feeds/112429537722328250/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=15515702&amp;postID=112429537722328250' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15515702/posts/default/112429537722328250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/15515702/posts/default/112429537722328250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buahhatiku.blogspot.com/2005/08/haiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii.html' title=''/><author><name>mutter</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07012113607316734149</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://photos1.blogger.com/img/84/7051/1024/aku-dan-faizku.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
